PGMI Umsida Luncurkan E-Module Life-Based Learning: Inovasi Pendidikan untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa

Pgmi.umsida.ac.id-Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) mencetak tonggak baru dalam dunia pendidikan dengan pengembangan E-Module berbasis Life-Based Learning (LBL). Inovasi ini bertujuan meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui pendekatan pembelajaran yang praktis dan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dari skor pre-test ke post-test siswa, serta validasi yang sangat baik dari para ahli di bidang materi, media, dan bahasa.

 Inovasi Pendidikan Berbasis Life-Based Learning

Pendidikan di era digital menghadapi berbagai tantangan, mulai dari minimnya inovasi dalam metode pengajaran hingga penggunaan media pembelajaran yang monoton. Untuk mengatasi hal tersebut, tim peneliti PGMI Umsida yang dipimpin oleh Nurdyansyah, Moch. Bahak Udin By Arifin, dan Dipta Arimbi Hariba Cemerlang, mengembangkan E-Module berbasis Life-Based Learning (LBL).

Baca Juga:3 Dosen PGMI Umsida Bersinar di RisetMu Batch VIII

Metode ini menggunakan pendekatan yang berfokus pada penerapan pembelajaran berbasis kehidupan nyata, di mana siswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga memahami bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) digunakan sebagai dasar pengembangan modul untuk memastikan kualitas dan efektivitasnya.

Penelitian ini dilakukan di MI Penatar Sewu, Sidoarjo, dengan melibatkan siswa kelas empat. Hasilnya, E-Module ini divalidasi oleh para ahli dengan hasil memuaskan: materi (95,8%), media (92,5%), dan bahasa (96,4%). Nilai ini menunjukkan bahwa modul ini layak dan efektif digunakan sebagai sarana pembelajaran yang menarik dan mudah dipahami siswa

Peningkatan Signifikan Kemampuan Berpikir Kritis

Salah satu tujuan utama dari pengembangan E-Module LBL ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Melalui pendekatan yang lebih aplikatif, siswa diajak untuk:

  1. Berpikir Terstruktur dan Sistematis: Siswa belajar memecahkan masalah dengan langkah yang logis.
  2. Mengembangkan Kreativitas: Melalui tugas-tugas berbasis kehidupan nyata, siswa ditantang untuk menemukan solusi kreatif.
  3. Menganalisis Situasi dari Berbagai Sudut Pandang: Modul ini mendorong siswa untuk memahami masalah dari perspektif yang berbeda.
  4. Mengambil Keputusan Berdasarkan Data dan Fakta: Siswa diajak untuk membuat keputusan yang tepat berdasarkan informasi yang tersedia.

Data penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dari nilai pre-test sebesar 64,25 menjadi nilai post-test sebesar 88,41. Hasil uji T-Test dengan p-value 0.00 (di bawah 0.05) menegaskan bahwa penggunaan modul ini secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.

Selain itu, siswa yang awalnya merasa bosan dengan metode pembelajaran konvensional, kini merasa lebih antusias dan bersemangat dalam mengikuti proses belajar mengajar. Hal ini menunjukkan bahwa modul ini tidak hanya membantu meningkatkan keterampilan berpikir kritis tetapi juga membangun motivasi belajar siswa.

PGMI Umsida Sebagai Pionir Inovasi dalam Pendidikan 

Keberhasilan pengembangan E-Module berbasis Life-Based Learning (LBL) oleh PGMI UMSIDA menegaskan komitmen institusi ini dalam menghadirkan pendidikan berkualitas di Indonesia. Dengan kombinasi antara teknologi dan pendekatan kontekstual, PGMI UMSIDA membuktikan bahwa pendidikan dapat diubah menjadi lebih menarik, efektif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Menurut Nurdyansyah, salah satu peneliti utama, modul ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa, tetapi juga membentuk karakter siswa agar lebih percaya diri, aktif, dan mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan kehidupan.

Lebih dari sekadar inovasi teknis, modul ini juga mencerminkan filosofi pendidikan yang diusung oleh Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, yaitu pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai Islami, inklusivitas, dan teknologi modern.

Pengembangan E-Module ini diharapkan dapat diimplementasikan secara luas di berbagai madrasah dan sekolah dasar lainnya, tidak hanya di Jawa Timur tetapi juga di seluruh Indonesia. Selain itu, para pendidik juga didorong untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.

Keberhasilan proyek ini membuka pintu untuk pengembangan lebih lanjut dalam dunia pendidikan. PGMI UMSIDA merencanakan untuk terus mengembangkan berbagai media pembelajaran berbasis teknologi lainnya, dengan fokus pada peningkatan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif di kalangan siswa.

Sebagai salah satu pelopor dalam penerapan Life-Based Learning di Indonesia, UMSIDA bertekad untuk menjadi pusat penelitian dan pengembangan pendidikan berbasis teknologi yang unggul dan berdaya saing global.

Kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan pihak sekolah diharapkan dapat terus memperkaya proses pengembangan media pembelajaran yang lebih inovatif di masa mendatang.

Baca Juga:Dosen PGMI FAI Umsida Gelar Sosialisasi Inovatif Untuk Pendidikan PAUD yang Lebih Interaktif

Pengembangan E-Module berbasis Life-Based Learning (LBL) oleh PGMI UMSIDA membuktikan efektivitasnya dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Dengan validasi tinggi dari para ahli dan hasil penelitian yang signifikan, modul ini siap diimplementasikan secara luas di berbagai sekolah dasar.

Inovasi ini tidak hanya menjadi solusi untuk tantangan pendidikan saat ini tetapi juga menjadi langkah maju dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia untuk masa depan yang lebih cerah dan berdaya saing global.

Penulis:AHW